manajemen pemasaran era revolusi 4.0


MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN ERA REVOLUSI 4.0
“PERKEMBANGAN PEMASARAN TRADISIONAL KE MODERN”





Disusun Oleh:
FIRDA SYAFA (12216859)
KELAS : 4EA33



JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
Dosen : Zaidatun Ekastuti,S.E.,M.M
UNIVERSITAS GUNADARMA
Tahun 2019/2020



KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehaditat ALLAH SWT yang mana atas berkat dan rahmatnya saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “revolusi industry 4.0”. Makalah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih.
Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata saya berharap semoga makalah “revolusi industry 4.0”. dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca. Wassalamualaikum wr. Wb



Tangerang,September 2019



Penyusun









DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL           
KATA PENGANTAR................................................................................................................ii
DAFTAR ISI.............................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang...................................................................................................................1
1.2  Rumusan Masalah.....................................................................................................................1
1.3  Tujuan Penulisan.......................................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Sejarah Perkembangan Pemasaran.............................................................................  ....2
2.2  Penerimaan msyarakat mengenai pemasaran 4.0......................................................  ....3
2.3  Ruang lingkup konsumen.............................................................................................  ....4
2.4  Kelebihan dan kekurangan pemasaran tradisional dan pemasaran global..................4
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan...........................................................................................................................6
Daftar Pustaka................................................................................................................        ....7











BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Revolusi industri 4.0 merupakan fase keempat dari perjalanan sejarah revolusi industri yang dimulai pada abad ke -18. Menurut Prof Schwab, dunia mengalami empat revolusi industri. Revolusi industri 1.0 ditandai dengan penemuan mesin uap untuk mendukung mesin produksi, kereta api dan kapal layar. Berbagai peralatan kerja yang semula bergantung pada tenaga manusia dan hewan kemudian digantikan dengan tenaga mesin uap Ditemukannya enerji listrik dan konsep pembagian tenaga kerja untuk menghasilkan produksi dalam jumlah besar pada awal abad 19 telah menandai lahirnya revolusi industri 2.0 Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat pada awal abad 20 telah melahirkan teknologi informasi dan proses produksi yang dikendalikan secara otomatis. Mesin industri tidak lagi dikendalikan oleh tenaga manusia tetapi menggunakan sistem otomatisasi berbasis komputer. Dampaknya, biaya produksi menjadi semakin murah. Teknologi informasi juga semakin maju diantaranya teknologi kamera yang terintegrasi dengan mobile phone dan semakin berkembangnya industri kreatif.
Revolusi industri mengalami puncaknya saat ini dengan lahirnya teknologi digital yang berdampak masif terhadap hidup manusia di seluruh dunia. Revolusi industri terkini atau generasi keempat mendorong sistem otomatisasi di dalam semua proses aktivitas. Teknologi internet yang semakin masif tidak hanya menghubungkan jutaan manusia di seluruh dunia tetapi juga telah menjadi basis bagi transaksi perdagangan dan transportasi secara online. Munculnya bisnis transportasi online seperti Gojek, Uber dan Grab menunjukkan integrasi aktivitas manusia dengan teknologi informasi dan ekonomi menjadi semakin meningkat.

1.2  Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari penulisan ini,yaitu:
1.      Bagaimana perkembangan pemasaran tradisional ke pemasaran modern?
2.      Bagaimana penerimaan msyarakat mengenai pemasaran 4.0?
3.      Apakah ruang lingkup konsumen?
4.      Apakah kelebihan dan kekurangan pemasaran tradisional dan pemasaran global?

1.3  Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui perkembangan pemasaran tradisional ke pemasaran modern
2.      Untuk mengetahui penerimaan msyarakat mengenai pemasaran 4.0
3.      Untuk mengetahui ruang lingkup konsumen
4.      Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pemasaran tradisional dan pemasaran global
BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Sejarah Perkembangan Pemasaran
Perkembangan pemasaran tradisional ke pemasaran modern
Pemasaran barang atau jasa yang begitu pesat sekarang ini tentu tidaklah langsung terjadi, haruslah ada proses ataupun perjalanan yang sangat panjang. Proses perjalanan dari perkembangan pemasaran ini juga dapat kita sebut sebagai sejarah pemasaran. Ide ataupun gagasan yang terus bermunculan dan semakin berkembang juga berpengaruh terhadap terciptanya dan berkembangnya ilmu-ilmu pemasaran seiring dengan perkembangan jaman.
Perkembangan pemasaran bermula ketika tahun 1900 terjadi sebuah revolusi industri secara besar-besaran dan mengubah cara atau perilaku masyarakat. Jika sebelum terjadinya revolusi masyarakat masih mengenal cara berbisnis dengan ciri utama merkantilis (berdagang), maka setelah revolusi perilaku bisnis masyarakat berubah menjadi kapitalis. Keadaan berubah menjadi kapitalis dikarenakan munculnya kekuatan baru didunia perdagangan, dimana banyak orang-orang yang memiliki uang yang banyak menggunakan uang mereka sebagai modal untuk membangun pabrik dan perusahaan. Tujuannya tidak lain adalah untuk memproduksi barang secara lebih cepat dan memperdagangkannya.  Dari proses itu, mulailah terjadi perubahan cara pandang dan perilaku pasar, dimana perusahaan tersebut menggunakan sebuah lembaga untuk menjalankan segala kebutuhan pasar. Hal ini pula yang menjadi latarbelakang munculnya ilmu manajemen bisnis dan marketing. Ilmu marketing yang menggunakan pendekatan sosial semakin berkembang dan mampu menunjukkan adanya peningkatan dan perkembangan dari segi ekonomi. Marketing memberikan pandangan baru bahwa disebuah area pasar atau market, bukan hanya menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli tapi area pasar atau market merupakan tempat dimana kebutuhan semua pihak bertemu untuk menciptakan sistem sosial.
Pada tahun 1902 disebuah universitas bernama University of Michigan, ED Jones dikabarkan memberikan pelajaran marketing serta Simon Litman di University of California. Meskipun pada saat itu marketing masih berfokus pada distribusi produk, namun pemikiran teori marketing lebih banyak muncul di universitas seperti Wisconsin, Northwestern University, Harvard, University of Illinois serta Ohio State. Sebenarnya jauh sebelum ilmu marketing diperkenalkan tahun 1902, pada tahun 1875 sudah ada pemikiran mengenai periklanan yang merupakan bagian dari strategi marketing yang ditulis pada buku History of Advertising.  Begitu juga dengan ilmu jual beli yang dikenal dengan nama selling sebenarnya sudah jauh lebih dulu diketahui dari  ilmu marketing, namun ilmu selling awalnya hanya dianggap sebagai sebuah cara jual beli tetapi kemudian menjadi acuan untuk dipelajari dan dianalisis. Pada awalnya, pendekatan marketing memiliki 3 jenis kunci utama yaitu advertising, selling dan distribusi. Namun, Ralph Butler dan Arch Shaw menambahkan kunci lainnya seperti komoditas, institusi, dan fungsi. Dimana marketing telah membahas mengenai jenis produk, cara pemasaran dan organisasi yang memasarkan serta pada tahun 1914 muncul sebuah literatur Nystrom mengenai retailing. Nystrom menulis bahwa retailing mencakup semua proses distribusi, manajemen ritel, jenis produk, cara pemasaran dan organisasi yang memasarkan sehingga ilmu marketing menjadi terintegrasi. Paul Ivey pada tahun 1920 menerbitkan sebuah buku yang menggabungkan semua teori marketing berjudul Principles of Marketing yang berfokus kepada sisi pengusaha, namun buku Principles of Marketing karangan dari Maynard, Weidler dan Beckman yang lebih populer karena buku mereka lebih berfokus kepada sisi konsumen.  Pada dekade selanjutnya, ilmu marketing kembali diperkaya dengan masuknya ilmu psikologi dan ilmu sosial serta ilmu marketing mix (4P). Ketika media pemasaran seperti TV mulai populer pada tahun 1960 ilmu marketing atau ilmu pemasaran semakin berkembang, namun pada tahun 1970 ilmu marketing memcahkan diri kedalam berbagai diferensiasi seperti international marketing, social marketing, marketing for non-profit organization dan lain-lain serta pada tahun 1970 konsep social responsibility sudah mulai terbentuk.
Kotler Si Bapak Marketing
Kotler sangat terkenal sebagai “bapak marketing” pada tahun 1970-an karena kemampuannya menerjemahkan konsep marketing menjadi sebuah terminologi yang gampang dimengerti dan dipahami. Kotler mengubah konsep marketing kedalam bentuk aplikasi marketing untuk public service, politik, health service, educational service, dan sebagainya. Sebenarnya, konsep marketing modern yang dikenalkan Kotler bermula pada tahun 1967. Pada saat itu, Kotler memperkenalkan manajemen marketing yang mencakup analisis marketing opportunities. Selain itu, Kotler juga mengorganisasikan aktivitas marketing dan membuat  kegiatan perencanaan dan pengontrolan marketing. Buku-buku Principles of Marketing dan Marketing Management dari Kotler mampu membentuk dan memberikan pemikiran fundamental yang baru di dunia marketing. Pada tahun 1980,  pemikiran marketing seperti positioning dipopulerkan Jack Trout dan Al Ries. Pada tahun ini pula muncul sebuah brand equity yang dibuat dan diperkenalkan oleh David Aaker. Pada tahun 1980-1990 tingkat kepuasan konsumen sebagai pelanggan sangat tinggi, seiring dengan munculnya  konsep Servqual, Service profit chain dan juga services marketing.
Munculnya Media Pemasaran
Ketika teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang, maka pemikiran marketing juga semakin berkembang mengikuti kemajuan teknologi tersebut. Sewaktu dunia komunikasi dan informasi mulai mengenal internet dan multimedia, experiential marketing juga semakin berkembang dimana pada saat itu para ahli IT juga mengambil peran dengan menciptakan CRM (Customer Relationship Management).

2.2  Penerimaan msyarakat mengenai pemasaran 4.0
Perilaku masyarakat sebagai konsumen yang sudah mulai terbiasa untuk hidup secara instant dan tidak mau repot, memunculkan banyaknya media online sebagai sarana untuk melakukan pemasaran dan mulai mendominasi setiap pemasaran produk. Akhirnya, ketika dahulu pemasaran masih membutuhkan jasa artis atau orang terkenal untuk dapat mengiklankan sebuah produk, kini siapa saja bisa memasarkan produk mereka dengan mudah dan cepat. Selain itu, media online berbasis internet atau teknologi juga menjadi terkemuka karena konsumen dapat langsung berhubungan dengan para penjual. 


2.3  Ruang lingkup konsumen
Perilaku konsumen ialah sebuah proses yang dilakukan oleh seorang individu maupun kelompok dalam berbagai hal seperti membeli, mencari, menilai, dan menggunakan hingga membuah sebuah produk yang telah melalui proses konsumsi.
Pada dasarnya perilaku konsumen ini akan terlihat jika pada saat konsumen sebelum melakukan pembelian sampai melakukan pembelian serta setelah pembelian. Segala sesuatu kegiatan atau aktivitas yang termasuk dalam tiga fase itu disebut perilaku konsumen.
Yang dilakukan pembeli sebelum melakukan pembelian untuk  mencari sebanyak-banyaknya informasi mengenai produk yang nantinya  akan mereka beli, sedangkan pada fase pembelian yakni pembeli  dapat melakukan transaksi dengan membeli produk yang mereka inginkan, dan untuk fase setelah pembelian aktivitas yang dilakukan oleh seorang konsumen yakni mengadakan penilaian, menggunakan produk tersebut serta membuang produk yang sudah tidak terpakai lagi.
Teori konsumen juga digunakan untuk menjelaskan dan meramalkan produk-produk yang akan dipilih oleh konsumen (rumah tangga), pada tingkat pendapatan dan harga tertentu. Teori ini juga dapat digunakan untuk mendapatkan kurva permintaan.
berperan dalam berbagai peran yaitu sebagai berikut :
·         influencer
·         buyer
·         initiator
·         payer atau user
Dalam hal berikut ini, perilaku pembeli memiliki ruang lingkup yang sangat banyak, yaitu meliputi produk apa yang mereka beli, alasan kenapa mereka membeli produk tersebut, kapan waktu yang tepat untuk membeli produk tersebut, selain itu juga tempat mana yang tepat untuk membeli produk dan berapa lama mereka membeli serta berapa lama mereka menggunakannya. Pada dasarnya dalam mengikuti aktivitas konsusmsi  mereka selalu berpacuan pada beberapa poin penting diantaranya menyesuaikan dengan kebutuhnnya serta menyesuaikan dengan dana yang mereka miliki.

2.4  Kelebihan dan kekurangan pemasaran tradisional dan pemasaran global
Kelebihan Pemasaran Tradisional
Bahkan hingga saat ini dimana teknologi berkembang dengan sangat pesat, pemasaran secara tradisional ternyata masih memiliki banyak kelebihan:
1.      Metode pemasaran secara tradisional mungkin satu-satunya alat untuk menjangkau kelompok konsumen tertentu Anda. Misalnya, jika Anda tertarik untuk menargetkan para CEO yang telah pensiun, sebagian besar demografis ini tidak memanfaatkan saluran media internet atau sosial media.
2.      Penjualan secara “person to person” masih sangat dipertimbangkan oleh banyak strategi pemasaran tradisional. Pasti terdapat waktu dan tempat ketika melakukan penjualan secara tradisional karena hal ini memang cara paling efektif untuk memasarkan produk atau layanan. Misalnya, melalui orang-ke-orang, Anda bisa melakukan demonstrasi. Selanjutnya, banyak pelanggan dan klien lebih suka berbisnis dengan orang-orang yang berhubungan langsung dengan mereka.
3.      Pemasaran tradisional menawarkan hal yang nyata. Ada sesuatu yang bisa dikatakan tentang memperlihatkan kepada para konsumen tentang hal yang nyata. Hal ini memudahkan untuk memberikan informas, seperti membagi-bagikan kartu nama atau memiliki sesuatu di acara-acara pribadi, seperti ceramah atau acara dagang.
Kekurangan Pemasaran Tradisional
Beberapa kekurangan pemasaran tradisional, seperti:
1.      Biaya yang lebih mahal: Membayar iklah di TV, radio, atau media cetak bisa sangat mahal bagi banyak pemilik bisnis rumahan.
2.      Sulit Melacak untuk Hasil: Pemasaran tradisional sangat mirip melempar benda ke dinding dan berharap mereka tetap bertahan. Sangat sulit untuk melacak hasil kuantitatif yang nyata.
3.      Biasanya Membutuhkan Bantuan dari pihak Luar: Materi pencetakan, media pembelian dan pembuatan iklan di media, semuanya memerlukan bantuan dari pihak luar, seperti desainer grafis atau penulis skrip, yang menambah biaya.
4.      Hanya satu arah: Pemasaran tradisional biasanya dipaksakan pada konsumen,dan hal ini sering mengganggu mereka. Banyak orang tidak suka kotak surat mereka sarat dengan email spam.
Pemasaran Global
Kelebihan pemasaran global,yaitu:
1.      Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
2.       Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
3.       Menurunkan biaya operasional(operating cost).
4.       Melebarkan jangkauan (global reach).
5.       Meningkatkan customer loyality.
6.       Meningkatkan supplier management.
7.      Memperpendek waktu produksi.
8.      Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan).
Beberapa kekurangan pemasaran global,yaitu  :
1.      Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan.
2.      Pencurian informasi rahasia yang berharga.
3.      Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan.
4.      Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak.
5.      Kehilangan kepercayaan dari para konsumen.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Revolusi industri saat ini memasuki fase keempat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan manusia. Banyak kemudahan dan inovasi yang diperoleh dengan adanya dukungan teknologi digital. Layanan menjadi lebih cepat dan efisien serta memiliki jangkauan koneksi yang lebih luas dengan sistem online. Hidup menjadi lebih mudah dan murah.
Namun demikian, digitalisasi program juga membawa dampak negatif. Peran manusia setahap demi setahap diambil alih oleh mesin otomatis. Akibatnya, jumlah pengangguran semakin meningkat. Hal ini tentu saja akan menambah beban masalah lokal maupun nasional. Oleh karena itu, untuk memanfaatkan peluang dan menjawab tantangan revolusi industri 4.0, para mahasiswa dan alumni Universitas Terbuka wajib memiliki kemampuan literasi data, teknologi dan manusia Literasi data dibutuhkan oleh alumni UT untuk meningkatkan skill dalam mengolah dan menganalisis big data untuk kepentingan peningkatan layanan publik dan bisnis. Literasi teknologi menunjukkan kemampuan untuk memanfaatkan teknologi digital guna mengolah data dan informasi. Sedangkan literasi manusia wajib dikuasai karena menunjukan elemen softskill atau pengembangan karakter individu untuk bisa berkolaborasi, adaptif dan menjadi arif di era “banjir” informasi.











DAFTAR PUSTAKA





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Koperasi Milenial